Tentang Passion

Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Dalam sebuah wawancara saya pernah bilang kalau siaran adalah pekerjaan yang sangat saya sukai. Benar adanya bahwa saat ini saya tidak lagi menjadi penyiar radio namun, kerinduan akan suasana studio dan berada di depan microphone lagi selalu menggebu di diri saya. Apakah memang itu passion? Entahlah, saya belum punya jawabannya.

Seperti yang pernah saya tuliskan di blog ini juga mengenai siaran. Saya sudah lama menginginkannya. Tapi ternyata hal yang saya inginkan sejak lama tersebut harus saya lepaskan. Alasannya? Ada beberapa alasan mengapa saya tidak siaran lagi. Hal tersebut tidak akan saya ceritakan. 

Mungkin passion adalah sebuah kemewahan yang begitu mahal harganya sehingga untuk menemukannya diperlukan waktu dan usaha. Itu bukanlah sesuatu yang kita dapatkan sejak kita lahir. Kadang-kadang dalam mencari passion butuh keringat dan air mata. Belum lagi drama-drama yang tidak pernah habis namun hanya bisa kita sembunyikan agar tidak dinyinyirin orang. 

Menjadi orang yang mudah bosan sulit juga. Apalagi banyak maunya, kemudian maunya cepat tercapai. Padahal tidak ada yang instan di dunia ini bahkan untuk memasak mie instan kita butuh satu hal penting yaitu niat. Tanpa niat keberadaan air, panci, kompor gas, dan mie instan tidak ada artinya. Kalau ada niat tanpa itu semua kita akan berusaha bagaimana bisa memasak mie instan. Dengan menggunakan magic jar misalnya.

Niat adalah hal yang menjanjikan. Katanya semua tergantung niatnya. Kalau niatnya berbuat baik maka hasilnya pasti baik. Apakah menanam padi hanya akan tumbuh padi? Yakin tidak akan tumbuh tanaman pengganggu? 
Niat yang kuat dapat memengaruhi keinginan kita  agar tidak hanya menjadi isapan jempol semata. Tapi apakah niat saja sudah cukup?

Ternyata passion tidak begitu penting. Ada yang lebih penting yaitu kepastian. Kalian tentu tahu masalah dalam ekonomi adanya ketidakpastian. 
Ketidakpastian adalah satu-satunya kepastian yang pantas kita dapatkan. Ketidakpastian ini menggiring kita pada investasi, pada doa-doa yang dipanjatkan setiap hari karena jujur saja saya suka berdoa karena merasa takut akan ketidakpastian dalam hidup.

Drama passion ini tidak berakhir dengan cepat rupanya. Beruntunglah kalian yang mengetahui passion kalian dan mendapat kemudahan dalam melakukannya. Seperti dukungan dari orang tua misalnya. Jangan berkecil hati jika kalian tidak mendapat dukungan orang tua setidaknya kalian tahu apa yang kalian benar-benar sukai dan inginkan. Yang paling sial adalah yang tidak tahu apa passionnya sudah gitu tidak dapat restu orang tuanya. Hanya bisa duduk di balik meja dengan mata menerawang dan terus berpikir "apa yang sedang saya lakukan di sini?"

Sebenarnya tidak ada yang salah kalau orang tua yang tidak suka dengan passion anaknya. Mereka cuma mencegah kita dari ketidakpastian. Makanya penginnya kita kerja yang pasti-pasti aja, kuliah yang pasti-pasti aja karena hidup sudah penuh dengan ketidakpastian. 
Tapi apakah hidup dengan ketakutan seperti itu adalah yang kita inginkan? Kita hidup hanya sekali dan sulit untuk menjadi berani padahal keberanian yang membuat kita bertahan di atas kapal menuju daratan.

Sesekali mengambil risiko mungkin tidak apa-apa. Jika kita bisa berbuat adil dan membahagiakan semua orang tentu saja kita bukan lagi manusia. Mengetahui diri sendiri dan membahagiakan diri sendiri saja sudah sulit. Pernah tidak kita berpikir sudah seberapa bahagia kita? Apakah benar-benar bahagia atau terpaksa bahagia? 
Definisi bahagia itu sendiri sulit digambarkan. Apakah bersyukur dapat dikatakan sudah bahagia? Tapi keinginan manusia tidak terbatas dan apakah untuk itu manusia dianggap tidak bersykur?

Mungkin passion saya memang siaran mungkin juga tidak. Semenjak menyukai kopi saya ingin belajar lebih banyak tentang kopi. Tapi apakah kopi adalah passion saya? Terlalu dini untuk menyimpulkan. Saya hanya manusia yang memiliki banyak keinginan dan mudah bosan. Dua hal tersebut yang menjadi hambatan saya untuk menemukan passion. 

Kalian sudah menemukan passion? Sudah melakukan atau sedang dalam pencarian? atau sedang berusaha meyakinkan keluarga bahwa pilihan kalian benar? Manusia wajar berbuat salah. Tapi keluarga adalah keluarga kan?

Tentang passion mungkin tidak perlu dibesar-besarkan bahwa kita harus mengejarnya. Kenyamanan kadang membuat kita merasa harus menemukan passion. Sementara yang lain melakukan sesuatu tanpa keinginan yang kuat bertahun-tahun sampai akhirnya menjadi passion. 

Comments